99 Cahaya di Langit Eropa: Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa

99 Cahaya di Langit Eropa: Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa

Hanum Salsabiela Rais Rangga Almahendra / Nov 29, 2020

Cahaya di Langit Eropa Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa Aku mengucek ucek mata Lukisan Bunda Maria dan Bayi Yesus itu terlihat biasa saja Jika sedikit lagi saja hidungku menyentuh permukaan lukisan alarm di Museum Louvre akan berdering dering Aku menyerah

  • Title: 99 Cahaya di Langit Eropa: Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa
  • Author: Hanum Salsabiela Rais Rangga Almahendra
  • ISBN: 9789792272741
  • Page: 236
  • Format: Paperback
  • Aku mengucek ucek mata Lukisan Bunda Maria dan Bayi Yesus itu terlihat biasa saja Jika sedikit lagi saja hidungku menyentuh permukaan lukisan, alarm di Museum Louvre akan berdering dering Aku menyerah Aku tidak bisa menemukan apa yang aneh pada lukisan itu Percaya atau tidak, pinggiran hijab Bunda Maria itu bertahtakan kalimat tauhid Laa Ilaaha Illallah, Hanum, ungkAku mengucek ucek mata Lukisan Bunda Maria dan Bayi Yesus itu terlihat biasa saja Jika sedikit lagi saja hidungku menyentuh permukaan lukisan, alarm di Museum Louvre akan berdering dering Aku menyerah Aku tidak bisa menemukan apa yang aneh pada lukisan itu Percaya atau tidak, pinggiran hijab Bunda Maria itu bertahtakan kalimat tauhid Laa Ilaaha Illallah, Hanum, ungkap Marion akhirnya Apa yang Anda bayangkan jika mendengar Eropa Eiffel Colosseum San Siro Atau Tembok Berlin Bagi saya, Eropa adalah sejuta misteri tentang sebuah peradaban yang sangat luhur, peradaban keyakinan saya, Islam.Buku ini bercerita tentang perjalanan sebuah pencarian Pencarian 99 cahaya kesempurnaan yang pernah dipancarkan Islam di benua ini.Dalam perjalanan itu saya bertemu dengan orang orang yang mengajari saya, apa itu Islam rahmatan lil alamin Perjalanan yang mempertemukan saya dengan para pahlawan Islam pada masa lalu Perjalanan yang merengkuh dan mendamaikan kalbu dan keberadaan diri saya.Pada akhirnya, di buku ini Anda akan menemukan bahwa Eropa tak sekadar Eiffel atau Colosseum Lebih sungguh lebih daripada itu.

    • [PDF] ✓ Free Download ¶ 99 Cahaya di Langit Eropa: Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa : by Hanum Salsabiela Rais Rangga Almahendra í
      236 Hanum Salsabiela Rais Rangga Almahendra
    • thumbnail Title: [PDF] ✓ Free Download ¶ 99 Cahaya di Langit Eropa: Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa : by Hanum Salsabiela Rais Rangga Almahendra í
      Posted by:Hanum Salsabiela Rais Rangga Almahendra
      Published :2020-08-14T09:45:31+00:00

    About "Hanum Salsabiela Rais Rangga Almahendra"

      • Hanum Salsabiela Rais Rangga Almahendra

        Hanum Salsabiela Rais, adalah putri Amien Rais, lahir dan menempuh pendidikan dasar Muhammadiyah di Yogyakarta hingga mendapat gelar Dokter Gigi dari FKG UGM Mengawali karir menjadi jurnalis dan presenter di TRANS TV.Hanum memulai petualangannya di Eropa selama tinggal di Austria bersama suaminya Rangga Almahendra dan beke rja untuk proyek video podcast Executive Academy di WU Vienna selama 2 tahun Ia juga tercatat sebagai koresponden detik bagi kawasan Eropa dan sekitarnya.Tahun 2010, Hanum menerbitkan buku pertamanya, Menapak Jejak Amien Rais Persembahan Seorang Putri untuk Ayah Tercinta Sebuah novel biografi tentang kepemimpinan, keluarga dan mutiara hidup.


    166 Comments

    1. Pertama kali liat judulnya, saya ngga tertarik.Tapi setelah liat yg kasi kata pengantar itu Pak Habibie, saya jadi tertarik liat isi bukunya. Baca sinopsis plus review-nya di , buku ini bagus dan berhubung saya suka banget sama sejarah Eropa, saya beli deh bukunya.Saya seorang muslim juga dan lewat buku ini saya berharap bisa nambah pengetahuan saya soal Islam dan sejarah islam di Eropa. But the book fails me.Buku ini subyektif banget,cerita soal sejarah Islam di Eropa tapi kok dasarnya "katanya [...]


    2. Banyak hal yang menganggu disini, pertama-tama, ini novel, memoir, travel writing atau apa sih?? Aku baca buku ini stelah menonton trailer-nya. IMHO, adegan adzan di menara Eiffel menurut aku nggak penting banget. Di awal-awal, penulis menceritakan tentang bagaimana susahnya jadi orang islam berjilbab dengan keadaan Eropa sekarang. Islamophobia, yang bikin Fatma wanita berjilbab tidak bisa mendapatkan pekerjaan.Apa kita tidak bertanya, apa yang menyebabkan adanya islamophobia ini?? Adzan di mena [...]


    3. Apa yang muncul dalam pikiranmu ketika seseorang mengatakan Andalusia?Buku ini bener-bener bikin nagih untuk segera diselesaikan! Wina - Paris - Codoba - Granada - IstanbulMenyusuri Eropa dengan jejak sejarah Islam dibalik cerita. Buku ini membawa kita jadi ikutan excited dengan bagaimana pengaruh Islam di masa jayanya yang membawa cahaya di era kegelapan Eropa, juga ikutan mencelos membayangkan sebuah masjid besar yang menjadi saksi kejayaan Islam pada masanya telah beralih fungsi menjadi gerej [...]


    4. This is my second book. Why I have to star this five stars? Cos this book at some points also gives me shocking facts about Islam in Euroland This will make you prouder and more firm that there's no other pride in this life but being a real muslim.!


    5. Wow.Wow.*masih nyusut air mata* #woiOk. Gw masih ga bisa berkata-kata. Gw terlalu banyak gasp, narik napas, sambil bertanya-tanya, KOK-BISA?! Kok bisa?! Yeps, kok bisa apa?!Baiklah, gw akan sharing. Lucu, lucu bagaimana sebelum Ramadhan ini gw ditemukan sama sebuah kejadian yang membuat gw ga bisa berhenti menyalahkan diri sendiri karena gw ngerasa gw bodoh sekali. Terus karena kejadian itu gw langsung bertekad untuk mengkhusyukan diri pada Bulan Ramadhan tahun ini. Alasan lain, tiga tahun ke be [...]


    6. Buku yang "lumayan". Sudah lama rasanya tidak baca novel Indonesia yang cukup informatif dan buku ini masuk lah dalam kategori novel informatif. Sayangnya, penulis buku ini tidak mengakui kalau mereka menulis sebuah karya fiksi. Mereka malah berusaha mengaburkan pandangan pembaca dengan menuliskan prolog yang seperti menggambarkan bahwa buku ini adalah buku non-fiksi, lebih tepatnya buku catatan perjalanan/kehidupan mereka selama di Eropa. Kalau penulis buku ini memaksa untuk memasukkan karnyany [...]


    7. Dalam lintasan sejarah, selalu ada sekelompok manusia yang merasa lebih baik, lebih unggul, lebih superior dari manusia lain, yang kemudian melahirkan istilah rasisme. Rasisme juga yang jadi salah satu faktor pendorong diskriminasi, kekerasan sosial, bahkan yang lebih parah: genosida--pembantaian/pemusnahan sebuah kelompok/suku bangsa oleh kelompok lain. Sebut misalnya yang dilakukan Julius Caesar terhadap bangsa Helvetia. Bangsa Anglo Saxon terhadap suku Keltik. Nazi terhadap kaum Yahudi dan Sl [...]


    8. Buku ini benar-benar mampu menyeret anda kedalam kemasyuran Eropa dari sudut pandang baru. Eropa yang biasanya identik dengan paris, roma beserta ikon kebesarannya. Tapi pernahkah anda mendengar Cordoba! Istanbul! Mungkin tempat-tempat ini hanya pernah anda dengar dari pelajaran sejarah di bangku sekolah dulu, ya sejarah islam. Buku ini menapak tilas kejayaan islam di Eropa melalui kunjungan sang tokoh utama ke tempat bersejarah tersebut. Penuturan mendetail mengenai suasana perjalanan, deskrips [...]


    9. Perjalanan bukan sekedar menikmati keindahan dari suatu tempat ke tempat lain. Perjalanan bukan sekedar mengagumi dan menemukan tempat2 unik di suatu daerah dengan biaya semurah-murahnya. Tapi perjalanan harus bisa membawa pelakunya naik ke derajat yg lebih tinggi, memperluas wawasan dan menambah keimanan” Islam pernah bersinar sebagai peradaban paling maju di dunia, ketika dakwah bisa bersatu dengan pengetahuan dan kedamaian, bukan dengan teror atau kekerasan.” Hal.8 Mengutip kata-kata Geor [...]


    10. 99 Cahaya di Langit Eropa adalah sebuah catatan perjalanan sang penulis, Hanum Rais dan Rangga Almahendra selama tiga tahun mereka tinggal di Eropa. Selama itu, Hanum menyempatkan diri untuk berjalan-jalan keliling Eropa. Perjalanan itu memberinya banyak pengetahuan baru mengenai sejarah Islam di benua tersebut. Membaca buku ini, kita akan banyak tahu tentang sejarah-sejarah Islam Eropa yang sebelumnya belum kita ketahui, lengkap dengan fakta-fakta mengejutkannya. Mulai dari Wina, Paris, Cordoba [...]


    11. Saya putuskan 5 bintang untuk 99 Cahaya Di Langit Eropa. Dari halaman-halaman awal buku ini sudah memikat, bahkan sampai halaman terakhir sekalipun. Awalnya saya tidak mengira isinya akan sebagus ini, mengingat saya yang suka kurang peduli dengan tulisan-tulisan berbau sejarah. Namun ternyata saya salah besar. Buku ini keren sekali! Menceritakan bagaimana perjalanan penulis ke berbagai negara di Eropa untuk menemukan eksistensi Islam pada masa kejayaannya di sana. Totally, merubah persepsi saya [...]


    12. Melacak jejak Islam di EropaSebagian teman, termasuk saya, masih mencantumkan Eropa dalam daftar tempat yang menjadi tempat favorit tujuan traveling. Tidak sekadar traveling, Eropa juga menjadi salah satu tempat yang paling diincar ketika ada tawaran beasiswa belajar di luar negeri. Tentu, dengan segudang alasan masing-masing. Bagi saya, simple saja, saya ingin merasakan nuansa Harry Potter-nya. Saya ingin ke stasiun King's Cross di London, hahahahaBuku 99 Cahaya di Langit Eropa karya pasangan s [...]


    13. Buku adalah jendela dunia.Buku berjudul 99 Cahaya di Langit Eropa : Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa karya Hanum SA dan Rangga A adalah salah satunya yang mampu membuatku termangu dan terpesona sekaligus. Buku yang sejak awal kusangsikan mampu bisa membuatku terhanyut ketika membacanya, tapi ternyata aku salah. Dan aku sangat bersyukur telah membelinya minggu lalu dan baru sempat ku baca hari ini. Jujur saja, aku baru menggapai halaman 95 saat tulisan ini dibuat, entah mengapa tangisku su [...]


    14. 99 Cahaya di Langit Eropa (99 CDLE) dengan sub tittle "Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa" pada awalnya aku pikir berisi 99 situs bukti kejayaan Islam di Eropa pada masa lampau. Ternyata aku keliru. Setelah membacanya aku menyimpulkan bahwa 99 Cahaya yang dimaksud Hanum mungkin adalah 99 Asmaul Husna. Yaa Lebih tepatnya Cahaya Allah, Nur Allah yang pernah menerangi Eropa pada masa itu.Beberapa tahun yang lalu, tepatnya ketika aku mondok di pesantren, akupun disuguhi dengan mata pelajaran SK [...]


    15. Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendar berhasil menciptakan perasaan ingin tahu yang besar dalam diri pembaca dari sinopsis di kover belakangan novel nofiksi ini. Sepenggal paragraf yang membuat pembaca akan berbisik tidak percaya. Bagaimana tidak, Hanum dan Rangga dalam karya ini sudah menyuguhkan suatu pengetahuan tentang lukisan Bunda Maria berhiaskan kalimat tauhid.Dalam paragraf selanjutnya, pasangan suami-istri ini menekankan bahwa buku yang Anda pegang adalah sebuah buku pencarian, p [...]


    16. Buku ini tergolong buku non fiksi catatan perjalanan, namun saya merasa penulis memaksa memasukkan karyanya dalam kategori non-fiksi. Bagaimana tidak? Beberapa scane dibuku ini drama sekali. Seperti menangis di depan lukisan Kara Mustafa Pasha, menitikkan air mata karena hasrat yang begitu besar untuk sholat di Mezquita yang telah berganti fungsi menjadi gereja, berdebat dengan seorang agnostic tentang konsep tuhan dan masih banyak lagi. Mungkin jika penulis memasukkan buku ini dalam kategori fi [...]


    17. Isi buku ini sangat baik untuk memberi gambaran tentang Islam di beberapa negara yang sempat dilawati oleh penulis.Namun saya kurang meminati cara ia disampaikan, mungkin juga kerana faktor bahasa sedikit mengganggu keasyikan membaca.Selain itu, buku yang dibeli di Jalan Palasari, Bandung ini mempunyai kualiti yang sangat kurang menarik dari sudut percetakannya menyebabkan tulisan dan fotonya kabur dan tidak dapat dinikmati. Emmbuku murah, kualitinya juga kurang. Justeru, belilah yang original.


    18. Judul : 99 Cahaya di Langit EropaPenerbit : Gramedia Pustaka UtamaPenulis : Hanum Salsabila Rais, Rangga AlmahendraKategori : Novel IslamiTerbit: Juli 2011Isi: 392 halaman99 Cahaya di langit Eropa adalah sebuah novel perjalanan ditulis oleh putri Amien Rais yang bernama Hanum Salsabiela Rais bersama teman perjalanan sekaligus suaminya, Rangga Almahendra. Hanum yang lahir dan menempuh pendidikan di Yogyakarta hingga mendapat gelar Dokter Gigi dari FKG UGM ini memulai petualangan di Eropa selama t [...]


    19. Awalnya, waktu buku ini dijadikan hadiah kuis di twitter @Gramedia, saya nggak terlalu tertarik sama buku ini. Alasannya karena sepintas lihat, judul dan cover buku ini terlihat sederhana (yes, I do judge a book by its cover!). Tapi begitu baca review-review di , saya jadi kepingin baca. Alasan lainnya karena dulu saya sempat tertarik pada Sejarah Kebudayaan Islam di bab-bab persebaran Islam ke seluruh dunia (tapi terlalu malas untuk googling dan meriset lebih lanjut :p). Dan ternyata isi buku i [...]


    20. “Kok udah epilog lagi?” – Saya, beberapa saat yang lalu***Saya kayanya ga akan ngeriview isi bukunya gimana dan ga akan sebagus Irma dalm beropini. Karena saya yakin, baca sendiri lebih asik :) #tetep gapapa ya, nis! hehe***Kalo waktu SD, pas waktu istirahat, saya dan teman-teman suka ke perpustakaan. Perpustakaannya bagus loh! Lesehan, berkarpet, dan dindingnya bukan cat biasa, tapi lukisan! Lukisan itu bikinan A Dana. Cozy banget ^^ Suka lomba-lombaan sama temen minjem serial lima sekawa [...]


    21. Dalam museum Louvre, Paris, di salah satu lukisan Bunda Maria dan bayi Yesus, di bagian hijabnya, terdapat inskripsi arab yang bertuliskan "la ila ha Ilallah.Axe historiqueris imajiner yang membelah kota Paris bernama lain "voie triomphale" yang berarti jalan kemenangan dibuat Napoleon, mengarah Mekkah / kiblat.Dua informasi tersebut dalam novel ini cukup mengagetkan bagiku. Dan masih banyak informasi baru yang kudapat di dalam novel ini. Misteri peradaban Islam yang pernah mencoba mencapai selu [...]


    22. Saya gak tau kenapa buku ini masuk di bagian novel karena menurut saya ini travelogue, catatan perjalanan jadi semacam memoir gitu deh. But never mind. Yang pasti buku ini sukses bikin saya mewek :) dan ga banyak buku yang bisa bikin saya menitikan air mata. Hanum menulis dengan hati, dan pikiran. Perpaduan hati dan pikiran ini yang seringkali dibahas di buku ini seiring dengan penjelajahannya keliling Eropa, mengunjungi peninggalan2 Islam disana. Membaca pengalaman Hanum membuat saya sedikit me [...]


    23. Beberapa kali melihat buku ini terpajang di rak2 buku berbagai toko buku terkemuka, gue cuma mikir, "ah, not another Travelling book" Bosaaaannn walau sebenarnya hati sempat tergerak akibat cover nya yg cerah. Untunglah saat libur Lebaran 2011, adik ipar gue meninggalkan buku ini di rumah; jadi gue sempat baca, dan lantas mengagumi isi buku ini yg sungguh kayak akan pengetahuan tambahan (misal: bahwa Austro-Honggaria pernah menjadi negara super power dunia di masanya), kehidupan sehari2 di suatu [...]


    24. Buku ini adalah satu dari sedikit buku yang dapat membuat saya menganga kaget sekaligus takjub. Membayangkan ada jejak-jejak kebesaran Islam di Eropa, benar-benar menjadikan saya sangat hormat pada umat muslim yang berada disana sekaligus menambah rasa cinta saya pada Islam. Setelah membaca Ranah 3 Warna yang menjadikan saya ingin mendapatkan beasiswa untuk kuliah di luar negeri, 99 Cahaya di Langit Eropa telah mengukuhkan Eropa sebagai destinasi saya untuk kuliah.Saya sangat memimpikan dapat me [...]


    25. Saya nonton film 99 cahaya di bioskop karena saya lihat pak SBY juga nonton.Menurut saya film in lebih lebih ke arah provokator bahwa seakan akan agama islam dibenci di negara eropa. Cerita tentang perjalanan hanum menurut saya menarik sebagai cerita drama saja. Masalah sejarah islam, harusnya dikemas dengan lebih halus, bukan nya malah menjadikan agama islam sebagai "minority" dalam seolah dalam keadaan tidak dihargai di eropa.Saya menghabiskan waktu 5 tahun study di negara barat, tidak merasa [...]


    26. Sebuah buku yang awalnya say apikir akan membosankan, mengingat sudah cukup banyak buku dengan latar belakang "perjalanan hidup di luar negeri." Perjuangan mencari beasiswa, berangkat dari desa ke nergi orang, dan lain sebagainya. Namun ternyata buku ini berbeda. Perjalanan langsung di mulai di daratan Eropa, meski ada sedikit bagian yang menceritakan Indonesia atau masa sekolah di Yogyakarta. SSatu demi satu perjalanan diceritakan dengan mengalir dan asyik. Terkadang terasa lucu, kadang juga me [...]


    27. Banyak kata nggak baku yang bertebaran, kayak shalat, faham, mengelabuhi, terhenyak, menghadang sama typo kayak berbondong-bonding. Ada tanda titik yang dikasih spasi; cuma satu sih, but still. Tanda koma sebelum manggil nama orang juga banyak yang ilang, entah disengaja atau nggak. Padahal yang nulis jurnalis lho, dan ini udah cetakan kesembilan belas. Mungkin penulis mikir licentia poetica is licentia poetica. Hmm.Beberapa kontennya lumayan. Aku suka pas ngebahas sejarah sama kalimat motivasi [...]


    28. Membaca naskhah ini membuatkan aku terasa seperti bersama-sama penulis ke segenap kota Vienna, Paris, Cordova, Granada, Istanbul dan Mekah.Meskipun sudah aku tonton adaptasi filemnya, ternyata tulisan asal Hanum Salsabiela ini lebih menyentuh dan terasa dekat sehingga ada bahagian yang bisa menerbitkan airmata.Sebuah perkongsian pengalaman penuh fakta yang sangat menyentuh dan bermakna dalam menjejak sejarah peradaban Islam di bumi Eropah.Ini benar-benar membuakkan rasa untuk menjejakkan kaki ke [...]


    29. Judul: 99 Cahaya di Langit Eropa (Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa)Penulis: Hanum Salsabiela Rais dan Rangga AlmahendraPenerbit: PT. Gramedia, JakartaTerbit: Juli 2011Isi: 392 halamanBuku 99 Cahaya di Langit Eropa karya Hanum Salsabiela Rais dan suaminya Rangga Almahendra memiliki tema menapak jejak islam di Eropa. Buku ini berisi kisah-kisah perjalanan kedua penulis selama berada di Eropa. Hanum dan Rangga tinggal selama 3 tahun di Eropa saat Rangga mendapat beasiswa program doktoral di [...]


    30. Sudah lama memerap buku ini di almari. Bukan tidak mahu membaca, tetapi mahu menunggu sehingga ketiga-tiga buku penulis ini lengkap dalam koleksi.Usai membaca buki pertama, nyata ianya berbaloi.Aku tidak pasti apakah genre sebenar buku ini, fiksi atau non-fiksi. Watak-watak seperti Fatma dan Marion agak diragui keaslian kewujudannya. Namun ini sama sekali tidak mencacatkan perjalanan penceritaan. Hanum menggarap watak-watak ini dengan baik sekali.Pengembaraan Hanum dan suaminya Rangga ke beberap [...]


    Leave a Reply